“Dari petugas sudah sampaikan kalau per hari itu Rp30 ribu, kenapa jadi Rp50 ribu itu?” tambahnya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, informasi mengenai uang insentif Januari hingga Mei disebut keliru. Menurut penjelasan kepala sekolah, dana insentif MBG hanya diberikan kepada satu guru yang memiliki Surat Keputusan (SK).
Anggaran insentif yang masuk dari program MBG untuk periode Januari sampai Maret telah disalurkan kepada guru penerima SK, sedangkan untuk April hingga Mei disebut belum ada dana insentif yang masuk.
“Sepengetahuan saya seperti itu,” ujar Jacinto.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada guru honorer yang datang langsung menanyakan persoalan insentif kepadanya. Selain itu, ia membantah tudingan bahwa dana tersebut digunakan untuk instalasi listrik sekolah.
“Tidak ada bahasa yang keluar dari mulut saya terkait uang tersebut digunakan untuk instalasi listrik. Karena uang tersebut bukan saya yang menerima,” tegasnya lagi.
Kepala sekolah berharap seluruh guru honorer tetap fokus menjalankan tugas masing-masing dan tidak mencampuri urusan di luar kewenangan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












