Menurutnya, MBG telah menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan memutar dana pemerintah pusat dalam jumlah besar di daerah.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menerima alokasi dana pusat sebesar Rp6,12 triliun per tahun untuk pelaksanaan MBG. Angka ini, katanya, setara dengan hampir setengah dari APBD Kabupaten Bogor.
“Dana tersebut seluruhnya berasal dari pemerintah pusat, bukan APBD. Artinya, ini adalah suntikan besar yang memperkuat daya ekonomi masyarakat Bogor,” ujar Rudy.
Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan makanan pokok seperti beras, cabai, bawang, dan telur langsung dari petani dan pedagang lokal.
Dengan begitu, perputaran ekonomi di tingkat daerah berjalan optimal, memberikan keuntungan bagi petani dan pelaku UMKM.
“Kami berharap program ini dikelola dengan serius agar manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dampak Nyata hingga ke Papua
Tak hanya di Pulau Jawa, efek ekonomi program MBG juga mulai dirasakan di wilayah timur Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
