“Perpres tata kelola MBG sudah dalam tahap finalisasi dan ditandatangani Presiden sebelum 5 Oktober. Ini adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar serius menghadirkan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Bambang Eko.
Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar janji kampanye, melainkan program prioritas nasional yang sudah masuk ke tahap implementasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, penguatan tata kelola MBG tidak hanya menyangkut gizi anak sekolah, tetapi juga erat kaitannya dengan sistem pangan nasional.
“Perpres MBG akan rampung pekan ini. Itu artinya, kita tidak hanya bicara soal gizi, tapi juga soal keberlanjutan pasokan pangan, distribusi yang efisien, dan pemberdayaan petani lokal. Program ini harus menjadi win-win solution, anak-anak kita sehat, sementara sektor pertanian nasional juga bergerak maju,” kata Zulhas.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG akan tetap berlanjut meski isu keracunan makanan belakangan ini marak diberitakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












