Kehadirannya dalam tarian ini memperkuat pesan bahwa pembangunan membutuhkan harmoni antara pemerintah dan rakyat.
Banyak warga menilai momen tersebut menjadi modal sosial penting untuk memperkuat dukungan terhadap program prioritas pembangunan Malaka 2025–2030.
Sorak “Provuciat Bupati SBS! Provuciat rakyat Laenmanen!” terdengar berulang-ulang, menggambarkan betapa hangatnya hubungan antara pemimpin dan warganya.
Warga Tniumanu dan Laenmanen pulang dengan senyum yang sama senyum tentang hari ketika pemimpin mereka turun ke tanah, menari, dan menjadi satu dengan rakyatnya.
Dengan momentum ini, masyarakat berharap semangat Likurai simbol persatuan dan kemenangan akan terus mengiringi perjalanan pembangunan Kabupaten Malaka ke depan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












