OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Klasis Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, yang menyebut tindakan OPM sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama.

“Gereja seharusnya menjadi tempat damai, bukan medan kekerasan. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Pendeta Eduard.

Ia mengajak seluruh umat untuk bersatu menolak teror dan tidak terpengaruh oleh propaganda separatis.

Menurutnya, kekejaman OPM justru mengkhianati semangat kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual masyarakat Papua.

Sementara itu, warga yang selamat dari serangan, Markus Murib, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang mencekam.

“Kami hanya ingin hidup tenang, bekerja dan beribadah tanpa rasa takut,” ungkap Markus Murib.

Tragedi ini menjadi penanda bahwa narasi kebencian OPM tidak lagi mendapat tempat di hati masyarakat Papua.

Kekuatan rakyat kini terletak pada suara damai dan penolakan terhadap kekerasan. Sebuah sinyal kuat bahwa Papua menolak tunduk pada teror, dan memilih jalan damai untuk masa depan yang bermartabat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version