TIMORMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan segera merealisasikan program pengolahan lahan pertanian di wilayah pegunungan menggunakan eksavator pada tahun 2026.
Program tersebut menyasar 10 kecamatan yang memiliki lahan pertanian berbatu sehingga membutuhkan alat berat untuk mendukung pembukaan dan pengolahan lahan secara maksimal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurens Bere mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai tahapan teknis guna mendukung realisasi program tersebut.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di halaman kantor dinas pada Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut Laurens, pengolahan lahan akan difokuskan pada kawasan pegunungan yang selama ini sulit dikelola masyarakat karena kondisi lahan dipenuhi bebatuan.
“Lahan yang akan diolah berada di daerah pegunungan dan sebagian besar merupakan lahan bebatuan sehingga pengolahannya menggunakan eksavator,” ujarnya.
Adapun 10 kecamatan yang menjadi sasaran program pengolahan lahan pertanian tersebut yakni Kecamatan Botin Leobele, Kecamatan Io Kufeu, Kecamatan Kobalima, Kecamatan Kobalima Timur, Kecamatan Laenmanen, Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Timur, Kecamatan Rinhat, Kecamatan Sasitamean dan Kecamatan Weliman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
