“Di Malaka tahun 2025 itu ada lima kasus kematian ibu, tiga di antaranya pendarahan pasca persalinan ini. Padahal sebenarnya bisa kita kerjakan sejak di puskesmas,” jelasnya.
Karena itu, empat dokter spesialis kandungan di Kabupaten Malaka merasa terpanggil untuk meningkatkan kemampuan para bidan dan tenaga kesehatan di puskesmas melalui pelatihan langsung dan praktik lapangan.
“Ayo kita buat pintar kita punya bidan, buat mereka terampil dengan cara-cara yang paling sederhana. Kita workshop, hands on coba langsung, kenali alatnya karena alat ini di setiap puskesmas ada, tinggal tahu cara pakai atau tidak,” ungkap dr. Dion.
Ia menambahkan, apabila bidan dan dokter di puskesmas memiliki keterampilan yang baik, maka penanganan awal pendarahan dapat dilakukan dengan cepat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
“Kami berharap agar tenaga kesehatan di Malaka jangan hanya jadi tukang tanpa tahu teorinya, tetapi bisa mengerjakan karena paham apa yg dikerjakan dan maksud tujuanya.” tambahnya.
Dr. Dion juga mengapresiasi antusiasme para peserta workshop yang berasal dari seluruh puskesmas di Kabupaten Malaka. Menurutnya, hampir semua puskesmas mengirim minimal 10 bidan dan dokter untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












