Anak-anak diajar untuk menjadi pekerja di kota, bukan pembaharu di tanah kelahirannya. Akibatnya, banyak lulusan sekolah justru ingin meninggalkan desanya. Mereka belajar keras bukan untuk membangun tempat mereka lahir, tetapi untuk pergi sejauh mungkin darinya.
Belajar dari Paulo Freire: Pendidikan yang Membebaskan
Filsuf pendidikan asal Brasil, Paulo Freire, pernah memperingatkan bahaya model pendidikan “bank”—di mana guru sekadar menabungkan pengetahuan ke kepala murid tanpa mengajak berpikir kritis. Pendidikan seperti itu, katanya, membuat manusia tunduk, bukan merdeka.
Freire menawarkan konsep conscientização, atau kesadaran kritis: pendidikan yang membuat murid mampu membaca realitas sosialnya dan bertindak untuk mengubahnya.
Bagi NTT, prinsip ini sangat relevan. Sekolah harus membantu anak memahami kemiskinan, kekeringan, dan ketimpangan di sekitarnya—bukan sekadar menghafal rumus tanpa makna.
Phronesis dan Kearifan Lokal
Filsuf Yunani Aristoteles menekankan pentingnya phronesis, kebijaksanaan praktis kemampuan mengambil keputusan etis dalam situasi nyata.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
