“NTT Tak Butuh Lebih Banyak Sekolah, Tapi Sekolah yang Membuat Anak-Anaknya Berpikir dan Mencintai Tanahnya Sendiri”
Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang bergerak maju di bidang pendidikan gedung-gedung sekolah berdiri, koneksi internet meluas, bantuan pemerintah terus mengalir.
Namun di balik kemajuan fisik itu, ada persoalan mendasar: pendidikan belum menyatu dengan kehidupan masyarakatnya sendiri.
Anak-anak di desa mengenal teori pertanian dari buku terbitan Jakarta, tetapi tidak tahu cara membaca tanda musim di ladang keluarganya. Mereka mempelajari ekonomi modern, namun tidak memahami bagaimana pasar lokal berdenyut di desanya sendiri. Inilah jurang besar antara pendidikan dan realitas sosial di NTT jurang yang tak bisa dijembatani hanya dengan membangun lebih banyak sekolah.
Ketika Sekolah Menjauh dari Kehidupan
Masalah pendidikan di NTT bukan semata soal kekurangan sarana, tetapi karena pendidikan yang tidak kontekstual. Kurikulum nasional yang seragam dan berorientasi urban membuat pengalaman lokal diabaikan sebagai sumber pengetahuan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












