TIMORMEDIA.COM – Puluhan perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti sosialisasi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang digelar Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) bersama Migrant CARE dan dukungan program INKLUSI, pada Jumat, 16 Mei 2025.
Bertempat di aula Hotel Annisa Beach Lewoleba, sebanyak 60 peserta dari 12 desa dampingan di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Lebatukan, antusias mengikuti rangkaian kegiatan edukatif. Hanya tiga peserta laki-laki yang hadir, selebihnya adalah perempuan usia 40 hingga 60 tahun yang telah pulang dari luar negeri dan kini aktif di komunitas PMI purna.
Pencegahan Ekstremisme Jadi Agenda Penting YKS di Lembata
Dalam sambutan pembukanya, Koordinator YKS, Kor Sakeng, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan PMI purna dalam mencegah ekstremisme kekerasan, khususnya karena Lembata termasuk kantong pengirim migran terbesar ke Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.
“Perempuan PMI Purna harus jadi agen perubahan. Jangan diam. Mereka harus memahami bahaya ekstremisme, lalu menyebarkan informasi ini ke keluarga dan komunitas,” kata Sakeng.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
