Dukungan terhadap 44 tenaga non-ASN juga ditegaskan oleh Wakil Ketua DPC Pospera TTS, Fransiskus Missa. Ia meminta agar mereka tetap bekerja di DPRD TTS, tetapi dengan kontrak kerja yang lebih jelas.
“Kami mendukung mereka untuk tetap bekerja, tapi status mereka harus diperjelas agar tidak kembali menjadi korban,” tegasnya.
Situasi di DPRD TTS semakin panas setelah beredar video adu mulut antara salah satu mantan tenaga outsourcing dengan Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS. Insiden ini memicu reaksi keras dari Pospera TTS, yang mengecam segala upaya untuk membungkam anggota DPRD.
“Hak anggota DPRD adalah berbicara, terutama dalam forum resmi. Jika ada yang mencoba membungkam, itu pelanggaran,” ujar Efryn.
Pospera TTS menegaskan bahwa dukungan mereka bukan bentuk pembelaan terhadap Yerim Yos Fallo, yang merupakan Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS sekaligus Ketua Pospera TTS.
“Kami membela hak wakil rakyat, bukan individu tertentu. Jika ini terjadi pada anggota DPRD lain, sikap kami tetap sama,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
