“Kebersihan dan keamanan pangan tidak bisa ditawar. Setiap dapur harus memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan diperiksa secara berkala untuk menjaga mutu makanan,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang melakukan pendampingan intensif kepada pengelola dapur MBG agar kualitas pangan terjamin dari hulu hingga hilir.
“Upaya ini merupakan bagian dari strategi daerah dalam mendukung kebijakan nasional di bidang ketahanan gizi dan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Lumajang, Rosyidah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme uji kelayakan dapur MBG, termasuk pemeriksaan air, kebersihan alat masak, serta penyimpanan bahan pangan.
“Setiap penjamah makanan wajib mengikuti pelatihan higiene untuk memastikan anak-anak menerima makanan bergizi yang aman dan layak,” ungkap Rosyidah.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Edu Watch Indonesia (EWI), Annas Fitrah Akbar, menilai Program MBG sebagai strategi besar bangsa dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












