Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Publik Bersama Aparat Tolak Aksi Anarkis Ancam Demokrasi

TIMORMEDIA.COM – Penolakan terhadap aksi anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional semakin menguat di berbagai daerah. Publik bersama aparat keamanan menegaskan kesepakatan bahwa segala bentuk kekerasan jalanan, perusakan fasilitas umum, maupun provokasi destruktif tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Kesadaran bersama ini lahir dari pemahaman bahwa demokrasi hanya dapat tumbuh sehat bila dijalankan secara damai, tertib, dan menghormati hukum. Aspirasi publik harus disalurkan melalui jalur konstitusional, bukan dengan cara-cara yang justru merugikan masyarakat luas.

Koordinator Warga Jakarta Timur, Edi Marzuki, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah isu provokatif yang beredar.

“Kita ingin mengabarkan kepada warga bahwa Jakarta Timur baik-baik saja. Jadi warga Jakarta Timur tidak sebagaimana seperti yang orang gadang-gadangkan, Jakarta Timur rusuh. Kita menolak akan kerusuhan, kita menolak akan penjarahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Perluas Pelayanan Kesehatan pada Masyarakat Melalui Apotek Desa

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Syarief Hidayatullah, mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi memang hak konstitusional, namun harus tetap berlandaskan aturan hukum.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung