Ia optimis perbaikan gizi dapat terlihat dalam beberapa bulan ke depan.
“Anak-anak kita yang kemarin kurang gizi, dalam beberapa bulan ke depan gizinya bisa berubah menjadi baik,” ujarnya.
HMS mengungkapkan bahwa posisi Kabupaten Malaka saat ini masih berada di urutan kedua tertinggi angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Karena itu, Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) bersama dirinya berkomitmen menekan angka stunting secara signifikan.
Guna memastikan program berjalan efektif dan terpantau, Wabup HMS memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala puskesmas dan pemerintah desa
“Saya minta seluruh kepala Puskesmas dan kepala desa untuk satukan tempat makan bagi anak-anak stunting dan kurang gizi, agar pemberian makan dari puskesmas dan desa dilakukan di satu tempat,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat pengawasan asupan gizi demi percepatan pemulihan kesehatan anak-anak di Malaka.
Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan penurunan stunting secara masif melalui kolaborasi lintas sektor dan pengawasan ketat layanan gizi di desa-desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












