TIMORMEDIA.COM – Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun menerapkan sistem pengelolaan limbah medis yang terkontrol dengan menggandeng pihak ketiga untuk proses pengangkutan. Sampah medis akan segera diangkut setelah volumenya mencapai sekitar 2 ton.
Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUPP Betun, Yoseph Kun Seran, mengatakan bahwa pihaknya melakukan penimbangan sampah medis setiap hari sebagai bagian dari pengawasan rutin.
“Setiap hari sampah medis ditimbang. Jika sudah mendekati 2 ton, kami langsung menghubungi pihak ketiga yang telah bekerja sama untuk melakukan pengangkutan,” ujarnya saat ditemui pada Senin (30/3/2026).
Menurutnya, sistem ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penumpukan limbah medis yang berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan.
“Pengangkutan biasanya dilakukan dalam rentang satu hingga tiga bulan. Begitu mencapai 2 ton, langsung diangkut agar tidak terjadi penumpukan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, produksi sampah medis di RSUPP Betun setiap hari diperkirakan mencapai sekitar 50 kilogram. Dengan jumlah tersebut, diperlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk mencapai kapasitas maksimal sebelum diangkut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












