Bupati Perdana ini juga menekankan pentingnya kepekaan sosial dalam pemerintahan. Ia menyayangkan jika ada pihak-pihak yang lebih fokus memindahkan kantor pemerintahan ketimbang menyelesaikan persoalan mendasar rakyat, seperti banjir.
“Sangat tidak santun kalau setelah dilantik, kami langsung sibuk pindah ke kantor baru sementara rakyat masih tergenang air. Itu tidak boleh. Harus ada rasa malu kepada rakyat. Itu kepekaan,” tegasnya.
Bahkan, SBS menyampaikan kecurigaan terhadap desakan yang terus-menerus agar pemerintah segera menempati gedung kantor baru.
“Kalau saya terus didesak, saya mulai curiga. Ada apa? Kok dipaksa-paksa menempati kantor? Mau menutupi apa?” ungkap SBS.
Bupati SBS juga mengingatkan bahwa pembangunan harus mengikuti prosedur administrasi negara. Ia mencontohkan proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang menelan anggaran besar, namun hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.
“IKN saja habiskan triliunan rupiah dan masih ditata. Pak Prabowo bilang, semoga dalam kepemimpinannya IKN bisa selesai. Jadi kita di Malaka juga harus begitu. Tidak usah takut. Kita akan selesaikan, kita bereskan dulu, semua infrastruktur, baru digunakan,” tutup SBS.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
