<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wesei-Wehali Arsip - TimorMedia.Com</title>
	<atom:link href="https://www.timormedia.com/tag/wesei-wehali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.timormedia.com/tag/wesei-wehali/</link>
	<description>Fakta, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2025 15:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.timormedia.com/wp-content/uploads/2025/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Wesei-Wehali Arsip - TimorMedia.Com</title>
	<link>https://www.timormedia.com/tag/wesei-wehali/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keraton Surakarta dan Timor Leste Perkuat Hubungan Budaya Nusantara Lewat Diplomasi</title>
		<link>https://www.timormedia.com/keraton-surakarta-dan-timor-leste-perkuat-hubungan-budaya-nusantara-lewat-diplomasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorMedia.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 15:06:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kedutaan besar timor leste]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Wesei-Wehali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timormedia.com/?p=2725</guid>

					<description><![CDATA[<p>TIMORMEDIA.COM &#8211; Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, Prameswari Dalem dari SISKS Pakoe Boewono XIII,...</p>
<p>Artikel <a href="https://www.timormedia.com/keraton-surakarta-dan-timor-leste-perkuat-hubungan-budaya-nusantara-lewat-diplomasi/">Keraton Surakarta dan Timor Leste Perkuat Hubungan Budaya Nusantara Lewat Diplomasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.timormedia.com">TimorMedia.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMORMEDIA.COM &#8211; </strong>Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, Prameswari Dalem dari SISKS Pakoe Boewono XIII, melaksanakan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Demokratik Timor Leste di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.</p>
<p>Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste.</p>
<p>GKR Pakoe Boewono hadir bersama dua Sentono Dalem, KRA. Samsul A. Wijoyonagoro dan KRA. Tundra Meliala Wartonagoro.</p>
<p>Mereka diterima secara resmi oleh Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares, di kantor kedutaan yang berlokasi di Atrium Mulia, Jakarta Selatan.</p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak membahas sejarah panjang hubungan budaya antara Keraton Surakarta dan masyarakat Timor Leste, khususnya melalui warisan kerajaan-kerajaan lama seperti Belu, Wewiku-Wehali, dan Tasifeto, yang memiliki akar budaya kuat di kawasan Nusantara bagian timur.</p>
<p>Dubes Roberto menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan pihak Keraton Surakarta. Ia menegaskan bahwa meskipun Timor Leste telah menjadi negara republik, nilai-nilai adat dan budaya tetap dilestarikan, termasuk penggunaan bahasa Tetun yang memiliki akar dari sejarah kerajaan-kerajaan lokal.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.timormedia.com/keraton-surakarta-dan-timor-leste-perkuat-hubungan-budaya-nusantara-lewat-diplomasi/">Keraton Surakarta dan Timor Leste Perkuat Hubungan Budaya Nusantara Lewat Diplomasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.timormedia.com">TimorMedia.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tokoh Adat Wesei Wehali Serukan Pelestarian Adat Leluhur: “Kembalilah ke Akar Budaya”!</title>
		<link>https://www.timormedia.com/tokoh-adat-wesei-wehali-serukan-pelestarian-adat-leluhur-kembalilah-ke-akar-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorMedia.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 10:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[adat leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[fukun]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh adat wesei wehali]]></category>
		<category><![CDATA[Wesei-Wehali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timormedia.com/?p=1964</guid>

					<description><![CDATA[<p>TIMORMEDIA.COM &#8211; Para tokoh adat Wesei Wehali menyerukan pentingnya pelestarian adat dan budaya leluhur dalam...</p>
<p>Artikel <a href="https://www.timormedia.com/tokoh-adat-wesei-wehali-serukan-pelestarian-adat-leluhur-kembalilah-ke-akar-budaya/">Tokoh Adat Wesei Wehali Serukan Pelestarian Adat Leluhur: “Kembalilah ke Akar Budaya”!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.timormedia.com">TimorMedia.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMORMEDIA.COM &#8211; </strong>Para tokoh adat Wesei Wehali menyerukan pentingnya pelestarian adat dan budaya leluhur dalam sebuah pertemuan bersama tim dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Tafatik Laran pada Rabu, 11/6/2025.</p>
<p>Dalam forum tersebut, para pemangku adat menyoroti tergerusnya nilai-nilai asli dalam praktik adat saat ini dan meminta agar struktur serta ritual adat dikembalikan sesuai warisan nenek moyang.</p>
<p>Fransiskus Seran, perwakilan dari Umah Knua Wesei Wehali menyampaikan bahwa struktur adat tradisional Wesei Wehali terdiri dari Ferik Hat dan Katuas Hat Aintasi (empat pasangan perempuan dan laki-laki tua), serta Kfauhun, Hat Laran, Hat Molin, Hat Motaulun, dan Hat Motain sebagai bagian dari empat wilayah adat. Struktur ini berujung pada keberadaan empat Loro: Loro Dirma, Loro Lakekun, Loro Wewiku, dan Loro Haitimuk.</p>
<p>“Selama ini kami jalankan apa yang kami lihat dari leluhur. Kami tidak pisahkan ini dan itu, karena kami warisi secara turun-temurun,” ujarnya.</p>
<p>Fransiskus menyesalkan bahwa dalam praktik terkini, pemilihan pemimpin adat seperti Nain dan Fukun dilakukan melalui voting atau pemilihan umum, bukan penunjukan secara adat seperti dahulu. Hal ini dinilainya menyimpang dari norma yang diwariskan para leluhur.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.timormedia.com/tokoh-adat-wesei-wehali-serukan-pelestarian-adat-leluhur-kembalilah-ke-akar-budaya/">Tokoh Adat Wesei Wehali Serukan Pelestarian Adat Leluhur: “Kembalilah ke Akar Budaya”!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.timormedia.com">TimorMedia.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
