“Inovasi energi berbasis sumber daya dalam negeri memperkuat fondasi swasembada energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Langkah strategis ini berjalan seiring dengan keberhasilan hilirisasi industri yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran.
Wamen Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebutkan bahwa hingga September 2025, realisasi investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp193,8 triliun, dengan nikel dan tembaga sebagai kontributor utama.
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan global terhadap arah kebijakan hilirisasi Indonesia yang pro-rakyat dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.
Pemerintah juga menegaskan komitmen kuat terhadap transisi energi hijau dan dekarbonisasi melalui peta jalan Net Zero Emission (NZE).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pengembangan energi baru terbarukan (EBT), elektrifikasi, efisiensi energi, dan teknologi bersih sebagai pilar utama pembangunan masa depan.
“Dengan potensi EBT lebih dari 1.000 gigawatt, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin energi hijau di kawasan,” tegasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












