Menurut Daniel, pembangunan tanggul tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, tanggul menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang selama ini selalu waspada ketika hujan deras mengguyur wilayah mereka.
Kontraktor Ikut Merasakan Persoalan Warga
Hal menarik juga disampaikan Daniel terkait pelaksanaan pekerjaan tanggul. Ia memberikan apresiasi kepada pihak kontraktor yang dinilai memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar.
Sebagian pekerja yang terlibat dalam pembangunan merupakan warga lokal yang juga memahami persoalan banjir. Bahkan, mereka disebut ikut merasakan dampak banjir yang terjadi di wilayah tersebut.
Karena itu, Daniel menilai keterlibatan mereka memiliki makna tersendiri.
“Kita sangat bangga dan berterima kasih kepada teman-teman kontraktor. Mereka sendiri mengalami banjir selama ini. Anak-anak desa juga. Jadi kami berterima kasih karena mereka ikut membantu masyarakat di beberapa wilayah ini,” ungkapnya.
Daniel juga menyebut pihak pelaksana memberikan tambahan volume pekerjaan sekitar 19 meter dari panjang pekerjaan yang direncanakan. Tambahan tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian dan kontribusi lebih terhadap kebutuhan masyarakat.
Bukan Sekadar Bangun, Tapi Harus Dijaga
Bagi Pemerintah Desa Lewalu, pembangunan tanggul merupakan awal dari upaya yang lebih panjang. Infrastruktur tersebut harus dirawat agar tetap kokoh dan mampu menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












