“Karena ini hal yang bagus. Kita harus terus mempertahankan budaya asli kita dan menunjukkan kepada semua orang bahwa kita adalah masyarakat yang berbudaya,” tegasnya.
Menariknya, selama mengikuti prosesi adat, HMS melihat banyak kemiripan antara tradisi masyarakat Belu dengan budaya yang hidup di Kabupaten Malaka. Menurutnya, perbedaan yang paling mencolok hanya terletak pada bahasa, sementara tata nilai dan struktur adat memiliki kesamaan yang kuat.
“Dari tadi saya melihat sebenarnya tidak terlalu berbeda. Mungkin bahasanya yang agak berbeda, tetapi tatanan adat dan nilai-nilainya saya lihat hampir sama seperti yang ada di Malaka,” ungkapnya.
Karena itu, orang nomor dua di Kabupaten Malaka tersebut mengajak seluruh masyarakat Belu untuk terus mencintai dan melestarikan budaya warisan leluhur.
Ia menegaskan bahwa budaya tidak boleh dipandang sebelah mata karena merupakan identitas yang membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya.
“Kita harus meningkatkan dan mempertahankan budaya yang asli. Jangan pernah menyepelekan budaya kita sendiri, karena budaya adalah kebanggaan dan identitas masyarakat,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
