Verry mengaku bangga karena dapat kembali tampil di tengah masyarakat Malaka, khususnya untuk menghibur anak-anak muda sekaligus ikut mengambil bagian dalam aksi peduli terhadap korban bencana Flores.
Menurutnya, panggung musik malam itu bukan sekadar tempat untuk bernyanyi dan bersenang-senang. Ada pesan kemanusiaan yang jauh lebih besar di baliknya.
Musik menjadi bahasa yang menyatukan. Dari panggung sederhana di Betun, pesan kepedulian itu kembali dikirimkan untuk Flores.
Konser Amal Peduli Flores menjadi gambaran bahwa solidaritas kemanusiaan dapat hadir dalam berbagai bentuk.
Jika sebelumnya masyarakat berkumpul dalam doa dan menyalakan seribu lilin sebagai simbol harapan, anak-anak muda Malaka melanjutkan semangat tersebut melalui musik dan kreativitas.
Lapangan Umum Kota Betun pun menjadi ruang perjumpaan antara kepedulian, doa dan hiburan. Masyarakat yang hadir tidak hanya menikmati penampilan para musisi, tetapi juga diajak untuk kembali mengingat bahwa saudara-saudara mereka di Flores membutuhkan dukungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












