“Teks ini awalnya bahan stand up comedy, lalu saya konversi jadi lagu dengan bantuan AI,” katanya.
Proses kreatifnya pun tidak instan. Verry mengaku telah membuat sekitar 30 versi sebelum akhirnya menemukan formula yang tepat. Ia kemudian memilih genre reggae, yang justru membuat lagu tersebut cepat meledak di media sosial.
“Sekitar 30 versi saya coba, sampai akhirnya pilih reggae dan ternyata langsung viral,” ungkapnya.
Meski memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi audio, Verry menegaskan bahwa lirik dan konsep lagu sepenuhnya merupakan hasil karyanya sendiri.
Di tengah viralnya lagu ini, ia juga mengingatkan bahwa banyak versi remix yang beredar bukan berasal darinya. Versi asli, kata dia, hanya tersedia di akun resmi miliknya di Facebook dan TikTok.
Menariknya, kesuksesan “Veronika” belum akan berhenti. Verry membocorkan bahwa ia tengah menyiapkan lanjutan lagu tersebut.
“Ada part 2, tapi belum saya launching,” pungkasnya.
Fenomena “Veronika” menjadi bukti bahwa kreativitas yang berangkat dari pengalaman sederhana dan kearifan lokal mampu menembus batas, bahkan menjadi tren di era digital.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
