Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

29 Tahun Janji Pemerintah Tak Terealisasi, Masyarakat Naunu Tuntut Pencabutan HPL

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Yan Klau
29 Tahun Janji Pemerintah Tak Terealisasi, Masyarakat Naunu Tuntut Pencabutan HPL/ istimewa

“Kami sudah tidak tahan lagi. Tanah yang menjadi lokasi hunian kami berada di atas lahan HPL sehingga kami kesulitan mengelola lahan,” ungkap Fernando.

Ketua Umum IKIF, Asten Bait, menilai HPL Desa Naunu merupakan bentuk “kerakusan negara terhadap tanah masyarakat kecil.”

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ia menegaskan bahwa Nakertrans Provinsi NTT harus segera menindaklanjuti hasil pertemuan dan memastikan pencabutan HPL serta penerbitan sertifikat tanah untuk masyarakat Desa Naunu.

Baca Juga :  Tokoh Adat Wesei Wehali Serukan Pelestarian Adat Leluhur: “Kembalilah ke Akar Budaya”!

Terkait hasil pertemuan, Asten menjelaskan bahwa kesepakatan antara masyarakat dan Nakertrans akan diketahui pada Rabu, 17 September 2025.

Beberapa tuntutan masyarakat Desa Naunu antara lain:

1. Mereka meminta Pencabutan HPL Desa Naunu.

2. Meminta BPN Provinsi NTT untuk menerbitkan Sertifikat kepada masyarakat seluas 1408,8 HA dan 150 HA Untuk TNI

Baca Juga :  Musda XI DPD II Partai Golkar Malaka Resmi Digelar, ABS Minta Dukungan Golkar NTT Untuk Pembangunan Malaka

3. Tidak menerbitkan sertifikat untuk pihak lain tanpa kesepakatan masyarakat Desa Naunu.

Sejarah pelepasan HPL Desa Naunu bermula pada 19 September 1996, saat Nakertrans Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang meminta masyarakat menyerahkan tanah untuk program transmigrasi pola ternak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung