TIMORMEDIA.COM – Jayawijaya kembali menjadi saksi kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan brutal terhadap dua pekerja bangunan rumah ibadah, Rahmat Hidayat dan Saepudin di Kampung Kwantapo, Distrik Asotipo.
Tindakan ini tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menodai kesucian tempat ibadah dan mengguncang nurani kemanusiaan.
Serangan terhadap warga sipil semakin mempertegas bahwa OPM kian kehilangan arah perjuangan.
Alih-alih membela masyarakat Papua, OPM justru menebar teror dan luka mendalam bagi warga asli.
Ironisnya, propaganda yang disebar kerap dibungkus dengan narasi palsu dan hoaks demi mengaburkan fakta keji di lapangan.
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan OPM tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Papua.
“Apa yang mereka lakukan bukan perjuangan, melainkan pembunuhan yang melukai kami semua,” ujar Ronny.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga keamanan.
“Masyarakat tidak boleh takut. Kita harus lawan teror ini dengan persatuan dan kekuatan moral,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












