TIMORMEDIA.COM – Pemerintah terus memperkuat daya tahan masyarakat terhadap tekanan inflasi dan gejolak ekonomi global melalui kebijakan stimulus ekonomi. Salah satu instrumen utama yang dijalankan adalah penyaluran tambahan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai dan beras kepada kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa proses integrasi dan pemutakhiran DTSEN telah berlangsung sejak 3 Februari 2025. Selain validasi berbagai data, proses tersebut juga mencakup verifikasi lapangan yang dilakukan melalui kerja sama antara BPS, Kementerian Sosial (Kemensos), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Dari 20,3 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), saat ini ada 16,5 juta yang sudah diverifikasi oleh BPKP. Dan dari 16,5 juta itu, 14,3 juta memang berada di desil 1 – 4 dan sudah mulai disalurkan oleh Mensos per akhir 31 Mei,” katanya.
Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain bansos, pemerintah juga memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan untuk 17 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta dan terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












