Motor tersebut dikenali melalui tulisan “Alfa”, yang merupakan nama anak sulung mereka, yang tertera pada bagian kendaraan.
Setelah memastikan keberadaan kendaraan tersebut, kedua wartawan kemudian meninggalkan lokasi dan memarkir sepeda motor mereka di sekitar Gereja Maranatha Oebufu, yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah tersebut.
Namun tidak lama kemudian terjadi keributan antara Welmince dan pihak di dalam rumah. Menyadari situasi tersebut, wartawan Deviandi Selan kembali ke lokasi dan sempat merekam kejadian menggunakan telepon genggamnya.
Saat melakukan perekaman, Deviandi diduga dihadang oleh Bripka Semuel Demes Talan yang mempertanyakan aktivitasnya. Meski keluarga Welmince telah menjelaskan bahwa Deviandi adalah wartawan, oknum polisi tersebut diduga tetap melakukan tindakan kekerasan dengan memukul tangan kiri Deviandi dan mengejarnya sambil membawa helm.
Deviandi kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju permukiman warga di sekitar Gereja Anak Darah Oebufu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












