Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  
Topik : 

Hubungan Kekuasaan Dalam Turnamen El Tari Memorial Cup 2025

Avatar photo
Reporter : Juan Agilo Editor: Redaksi
Hubungan Kekuasaan Dalam Turnamen El Tari Memorial Cup 2025 Penulis:Apriliano Juan Agilo Program Studi Ilmu Politik,Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik,Universitas Nusa Cendana Kupang,Nusa Tenggara Timur/ istimewa

B.LANDASAN TEORISTIS

1. Teori Kekuasaan Michel Foucault

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Michel Foucault, kekuasaan tidak hanya bersifat represif dan terpusat, tetapi juga menyebar dalam berbagai relasi sosial dan praktik sehari-hari. Kekuasaan hadir dalam bentuk regulasi, norma, dan wacana yang mengatur perilaku individu maupun kelompok.

Dalam konteks ETMC:

  • Regulasi pertandingan, seleksi pemain, dan struktur kompetisi mencerminkan praktik kekuasaan yang bersifat disipliner.
  • Aktor seperti PSSI dan pemerintah daerah tidak hanya mengontrol secara langsung, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bertindak para pelaku sepak bola.
Baca Juga :  Tak Semua Daerah Mampu, Bupati Malaka Tetapkan Insentif Kader Posyandu

2. Teori Modal dan Arena Pierre Bourdieu

Pierre Bourdieu menjelaskan bahwa masyarakat terdiri dari berbagai “arena” (field) tempat aktor bersaing menggunakan berbagai jenis modal:

  • Modal ekonomi (uang, fasilitas)
  • Modal sosial (jaringan, relasi)
  • Modal simbolik (prestise, kehormatan)
  • Modal kultural (pengetahuan, keterampilan)
Baca Juga :  Wabup Malaka Henri Melki Simu Jenguk Pasien RSUPP Betun, Berikan Dukungan untuk Kesembuhan

ETMC dapat dipahami sebagai sebuah arena:

  • Klub dengan modal ekonomi dan sosial lebih kuat cenderung dominan.
  • Kemenangan menghasilkan modal simbolik berupa prestise daerah.
  • Ketimpangan modal antar daerah memengaruhi hasil kompetisi.

3. Teori Hegemoni Antonio Gramsci

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung