B.LANDASAN TEORISTIS
1. Teori Kekuasaan Michel Foucault
Menurut Michel Foucault, kekuasaan tidak hanya bersifat represif dan terpusat, tetapi juga menyebar dalam berbagai relasi sosial dan praktik sehari-hari. Kekuasaan hadir dalam bentuk regulasi, norma, dan wacana yang mengatur perilaku individu maupun kelompok.
Dalam konteks ETMC:
- Regulasi pertandingan, seleksi pemain, dan struktur kompetisi mencerminkan praktik kekuasaan yang bersifat disipliner.
- Aktor seperti PSSI dan pemerintah daerah tidak hanya mengontrol secara langsung, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bertindak para pelaku sepak bola.
2. Teori Modal dan Arena Pierre Bourdieu
Pierre Bourdieu menjelaskan bahwa masyarakat terdiri dari berbagai “arena” (field) tempat aktor bersaing menggunakan berbagai jenis modal:
- Modal ekonomi (uang, fasilitas)
- Modal sosial (jaringan, relasi)
- Modal simbolik (prestise, kehormatan)
- Modal kultural (pengetahuan, keterampilan)
ETMC dapat dipahami sebagai sebuah arena:
- Klub dengan modal ekonomi dan sosial lebih kuat cenderung dominan.
- Kemenangan menghasilkan modal simbolik berupa prestise daerah.
- Ketimpangan modal antar daerah memengaruhi hasil kompetisi.
3. Teori Hegemoni Antonio Gramsci
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












