Mereka belajar sains sekaligus spiritualitas ekologi, pendidikan ekologis yang menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam.
Langkah Pembaruan: Dari Kurikulum Hingga Komunitas
Untuk keluar dari jebakan pendidikan yang tidak kontekstual, ada empat langkah penting:
1. Kurikulum berbasis wilayah (place-based education).
Pelajaran harus terhubung dengan alam dan sosial budaya setempat. Misalnya, pelajaran IPA di Timor bisa memuat praktik konservasi air dan pertanian lahan kering.
2. Sekolah sebagai pusat riset masyarakat.
Siswa dan mahasiswa meneliti kehidupan sekitar—musim ikan di Lembata, pengelolaan air di Kupang, atau budaya pertanian di Flores.
3. Insentif bagi guru inovatif.
Pemerintah daerah harus memberi ruang bagi guru kreatif yang mengembangkan metode belajar berbasis kearifan lokal.
4. Kolaborasi sekolah dan komunitas adat.
Pengetahuan tradisional tentang musim, tanah, dan ternak harus masuk ke ruang kelas sebagai bahan ajar yang hidup.
Menuju Pendidikan yang Memerdekakan
Pendidikan di NTT tidak boleh hanya mencetak tenaga kerja, tetapi melahirkan manusia merdeka, mereka yang sadar akan tanahnya, budayanya, dan masa depannya sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
