Sebagai langkah awal, Sekolah Rakyat Rintisan telah dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dengan memanfaatkan fasilitas negara yang direnovasi.
Pemerintah menargetkan pembangunan gedung khusus mulai 2026 dan perluasan cakupan hingga 2029. Saat ini, sudah berdiri 165 sekolah rintisan yang tersebar di berbagai daerah, menandai komitmen kuat terhadap pemerataan akses pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyebut program ini lahir sebagai respons atas lambatnya penurunan angka kemiskinan dan masih banyaknya Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Di Jawa Timur saja terdapat lebih dari 400 ribu anak usia SMA yang tidak bersekolah. Sebagian besar berhenti karena faktor ekonomi. Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret melalui penyediaan pendidikan gratis dengan sistem berasrama,” jelasnya.
Model berasrama dinilai sebagai pendekatan tepat agar anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan lingkungan belajar yang stabil, aman, dan mendukung.
Fasilitas makan, asrama, serta pengawasan pendidik akan memberi kesempatan yang lebih besar bagi mereka untuk berkembang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












