Dari kalangan masyarakat sipil, dukungan turut disampaikan oleh Pengamat Pendidikan, Ina Liem. Ia menilai konsep berasrama sebagai terobosan yang relevan dengan tantangan sosial saat ini.
“Sekolah reguler saja tidak cukup. Anak-anak ini perlu ruang yang aman dan terproteksi 24 jam agar bisa belajar tanpa gangguan kekerasan atau eksploitasi,” tegasnya.
Dengan kolaborasi lintas lembaga dan perencanaan bertahap, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat Berasrama menjadi instrumen utama dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Program ini juga diproyeksikan mendukung pencapaian visi Indonesia melalui pembangunan generasi unggul yang setara sejak dini.
Melalui kebijakan solutif ini, pemerintah menunjukkan bahwa penyediaan pendidikan bukan hanya komitmen moral, tetapi strategi nyata dalam menciptakan peluang bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi maupun geografis.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












