Dalam keterangannya di Istana Negara, Prabowo menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berpihak kepada rakyat pekerja.
“Pemerintah tidak hanya ingin menurunkan angka pengangguran, tetapi memastikan rakyat kita bekerja dengan martabat, dengan penghasilan yang layak, dan kesempatan untuk berkembang. Hilirisasi, pertanian mandiri, dan industri berbasis desa adalah masa depan ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat program pelatihan vokasi dan memastikan setiap investasi yang masuk memberi manfaat langsung bagi tenaga kerja lokal.
“Kami ingin setiap rupiah investasi membawa peluang kerja bagi anak bangsa sendiri,” tegasnya.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga triwulan III 2025, program padat karya dan pelatihan vokasi telah menjangkau lebih dari 2,1 juta peserta dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 78 persen.
Sektor pertanian modern, industri makanan-minuman, logistik, dan usaha mikro digital menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
Pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang membuka program magang bersertifikat bagi lulusan sekolah kejuruan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












