1. Penyelesaian bantuan rumah Seroja yang hingga kini belum selesai dibangun.
2. Penuntasan pembangunan septick tank yang mangkrak di berbagai titik.
3. Pengoperasian Rumah Sakit Pratama, yang meskipun sudah diresmikan, belum difungsikan hingga saat ini.
Koordinator lapangan (korlap) dalam orasinya mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami pertanyakan, ada apa di balik semua ini? Kenapa dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan?” tegasnya.
Setelah melakukan orasi, massa aksi diterima oleh pimpinan dan anggota DPRD Malaka untuk melakukan audiensi.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan akan berkoordinasi dengan pihak Polda NTT guna mengetahui perkembangan pemeriksaan proyek-proyek yang belum selesai.
Para mahasiswa juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan, seperti:
“Kembalikan Hak-Hak Rakyat Rai Malaka”
“Segera Tindak Lanjuti Mangkraknya Rumah Bantuan Seroja”
Aksi damai PERMAPER TTU ini menjadi bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan di perbatasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












